Tim Hibah MBKM D3 Akuntansi Optimalisasi Manajemen Aset Daerah untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah pada BPPKAD Kabupaten Grobogan
Tim Hibah MBKM Program Studi D3 Akuntansi Sekolah Vokasi UNS melaksanakan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) tindak lanjut penggunaan Barang Milik Daerah di wilayah Grobogan pada 17 Desember 2024. Kegiatan ini bertempat di Aula Lt.1, Gedung BPPKAD Kabupaten Grobogan dan bertujuan untuk membantu BPPKAD dalam optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Inisiatif ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4: Pendidikan Berkualitas dan nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wahyu Susetijono, S.H., M.M. (Kepala BPPKAD Kabupaten Grobogan), Setiagus, S.E. (Kasubid Perencanaan Kebutuhan dan Pemanfaatan BPPKAD Grobogan sekaligus narasumber), Dany Adi Saputra, S.E., M.Ak. (Dosen Pembimbing Hibah MBKM D3 Akuntansi), mahasiswa D3 Akuntansi, serta peserta dari berbagai SKPD di Kabupaten Grobogan.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) yang dipandu oleh Tim Hibah MBKM D3 Akuntansi. Sosialisasi ini meningkatkan pemahaman peserta terkait tata kelola BMD serta mekanisme pemanfaatannya secara efektif dan efisien. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kejelasan status aset tanah milik pemerintah yang berada di Kabupaten Grobogan serta strategi pengelolaan BMD sesuai regulasi pemerintah daerah.
Selain itu, Tim Hibah MBKM D3 Akuntansi juga berperan dalam meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat terkait pentingnya pembayaran pajak retribusi dan tarif sewa, khususnya bagi tanah yang termasuk dalam kategori Barang Milik Daerah. Tim membantu memberikan pemahaman kepada warga desa mengenai transparansi pengelolaan dana yang diterima dari pajak, serta bagaimana dana tersebut didistribusikan untuk kepentingan umum.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah dalam memanfaatkan aset lahan kosong secara optimal. Diharapkan, optimalisasi pengelolaan aset daerah ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Grobogan.