Setiap manusia memiliki hak dalam hidupnya. Hak sendiri menurut Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 memiliki pengertian seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan wajib dihormati serta dilindungi oleh negara maupun setiap orang demi perlindungan harkat dan martabat manusia. Hak secara pasti melekat pada seseorang sejak mereka lahir, bahkan ketika seseorang masih ada di kandungan orang tersebut sudah memiliki hak.

Dalam rangka untuk mengingatkan dan mengevaluasi perkembangan Hak Asasi Manusia setiap tahunnya disepakati untuk dirayakan pada setiap tanggal 10 Desember. Hal ini dilakukan sejak hari dimana Dewan Umum PBB mendeklarasikan Universal Declaration of Human Rights pada tahun 1948, di Paris. Dalam deklarasi tersebut tercetus manusia harus membela hak-hak sendiri dan juga hak milik orang lain. Deklarasi tersebut juga mengandung pernyataan mengenai hak yang tidak bisa dicabut sebagai manusia terlepas dari ras, warna, agama, jenis kelamin, bahasa, pendapat, nasionalisme, hak milik, kelahiran hingga status lainnya. 

Tahun ini peringatan Hari Hak Asasi Manusia yang ke-72 mengusung tema “Recover Better – Stand Up For Human Rights.” Tema ini berkaitan dengan keadaan saat ini, dimana seluruh negara sedang berjuang melawan Covid-19. Pada masa seperti ini upaya pemulihan menjadi fokus utama dunia. Dalam keadaan dunia diserang pandemi tidak lupa untuk selalu memastikan terlaksananya Hak Asasi Manusia, karena salah satu Hak Asasi Manusia yang harus terpenuhi adalah hak mendapat pelayanan kesehatan diikuti dengan kewajiban kita untuk  menjaga kesehatan diri.

Logo Hak Asasi Manusia tahun ini berupa lingkaran biru yang berbentuk tangan dengan lima jari dengan memiliki filosofi Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakkan dan Pemenuhan (5P HAM). Penggunaan warna biru mengacu pada warna dasar logo Perserikatan Bangsa-Bangsa. Warna merah mengandung tiga makna, pertama gambar orang dalam latar yang merepresentasikan dari kegiatan yang banyak dilakukan melalui virtual akibat pandemi. Kedua titik-titik dalam latar melambangkan digitalisasi pada Revolusi Industri 4.0 yang memanfaatkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber untuk efektifitas dan efisiensi kerja . Ketiga Recover Better – Stand Up For Human Rights yang merupakan tema pada tahun ini.

Peringatan Hak Asasi Manusia hadir untuk memastikan kembali bahwa kita memiliki hak-hak yang mengikat pada diri kita dan memastikan bahwa kita mendapatkan secara penuh. Apalagi pada keadaan pandemi seperti ini kondisi global sedang mengalami gangguan pada berbagai bidang sehingga Hari Hak Asasi Manusia hadir untuk mengingatkan semua orang bahwa mereka sudah mendapatkan haknya. Pada kondisi seperti ini rasa solidaritas kita juga bisa menjadi bentuk kepedulian kita dalam menghormati hak orang lain.

 

Tags: , , , , , , , ,