Empat mahasiswa D3 Bahasa Inggris Sekolah Vokasi UNS berhasil meraih sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)

Empat mahasiswa Diploma 3 Bahasa Inggris, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, berhasil meraih sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk produk terapan Kamus Peristilahan Keris: Terjemahan ke Bahasa Inggris. Keempat mahasiswa tersebut adalah Samuel Satrio Yogo Nuswantoro, Muhammad Hazim Fauzi, Dea Anggun Finanda, dan Nia Febrihastuti.

Kamus yang berisi daftar istilah terkait keris tersebut disusun untuk memberikan solusi kepada para pengunjung Museum Keris Nusantara (MKN) Surakarta yang terkendala dalam memahami peristilahan keris yang kerap muncul dalam caption dan storyline museum. Selama ini, para pengunjung MKN acap mengalami kesulitan dalam memahami peristilahan keris yang asing bagi mereka dan sangat terikat konteks budaya Jawa.

Dalam proses penyusunannya, para mahasiswa yang tergabung dalam riset tentang Internasionalisasi Keris tersebut terjun langsung dalam setiap tahapan proses pengembangan, mulai dari persiapan, pengumpulan data, diskusi, hingga penyusunan kamus. Focus Group Discussion yang dilakukan melibatkan mahasiswa dan dosen peneliti, rater penilai terjemahan, kurator MKN, pegiat keris, dan narasumber ahli dalam bidang keris. Hasil diskusi tersebut menjadi fondasi dalam penyusunan peristilahan keris dan terjemahannya sehingga akhirnya tercipta produk terapan yang memenuhi derajat fisibilitas yang baik.

“Kami merasa senang dan sekaligus bangga karena dilibatkan dalam riset Bapak/Ibu dosen. Wawasan dan pengetahuan kami bertambah dan terasah. Alhamdulillah kami bisa mendapatkan pengakuan atas karya yang ikut kami susun,” ungkap Samuel, salah satu mahasiswa peraih HKI. Perolehan HKI dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam riset dan pengabdian dosen menjadi nilai tersendiri sebagai wujud kontribusi bagi universitas, masyarakat, dan industri.